+62 895 3186 1477 | World Capital Tower, Jakarta Selatan
Security

Security Vulnerability Assessment (SVA)

70% Practical, 30% Theoretical Pelatihan Manajer Keamanan, Konsultan Risiko, Analis Risiko Keamanan, dan Manajer Fasilitas Kritis.

Tentang Program

Mengetahui celah pengamanan sebelum dimanfaatkan pihak yang berniat jahat jauh lebih murah daripada menanggung akibat insiden, dan di sinilah Security Vulnerability Assessment (SVA) berperan. Pelatihan ini membekali peserta dengan kompetensi melakukan SVA pada fasilitas, merujuk pada API Recommended Practice 780 tentang Security Risk Assessment Methodology for the Petroleum and Petrochemical Industries serta Keputusan Presiden No. 63 Tahun 2004 tentang Pengamanan Objek Vital Nasional. Peserta akan mempelajari identifikasi aset kritis dan skenario ancaman, evaluasi efektivitas kontrol pengamanan yang ada terhadap skenario tersebut, penilaian kerentanan pada aspek fisik, prosedural, dan personel, hingga penyusunan rekomendasi penguatan berdasarkan prioritas risiko. Dengan praktik SVA pada studi kasus fasilitas industri, peserta diharapkan mampu mengidentifikasi kerentanan secara sistematis dan menyusun rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti.

Lokasi Pelatihan

Lokasi
Jakarta or Other Locations as Requested by the Client

Syllabus / Materi

  1. Module 1: Konsep Dasar Security Vulnerability Assessment. Perbedaan SVA dari penilaian risiko keamanan secara umum serta manfaatnya bagi fasilitas kritis.
  2. Module 2: Kerangka API RP 780 untuk Industri Migas dan Petrokimia. Metodologi standar API RP 780 sebagai acuan SVA pada fasilitas berisiko tinggi.
  3. Module 3: Identifikasi Aset Kritis Fasilitas. Menentukan aset yang paling bernilai dan paling rentan terhadap gangguan.
  4. Module 4: Mengembangkan Skenario Ancaman. Menyusun skenario ancaman yang realistis berdasarkan karakteristik fasilitas.
  5. Module 5: Mengevaluasi Efektivitas Kontrol Pengamanan Eksisting. Menilai apakah kontrol yang ada mampu menghadapi skenario ancaman yang teridentifikasi.
  6. Module 6: Penilaian Kerentanan Fisik, Prosedural, dan Personel. Menelusuri celah pada tiga dimensi kerentanan yang saling memengaruhi.
  7. Module 7: Menentukan Prioritas Risiko. Menyusun peringkat risiko berdasarkan kemungkinan dan dampak.
  8. Module 8: Menyusun Rekomendasi Penguatan Pengamanan. Merumuskan langkah mitigasi yang realistis dan sesuai anggaran organisasi.
  9. Module 9: Praktik SVA pada Studi Kasus Fasilitas Industri. Latihan menyeluruh menerapkan tahapan SVA pada satu kasus fasilitas.

Kompetensi Teknis

Pada akhir program Security Vulnerability Assessment (SVA), peserta mampu: (1) memahami kerangka API RP 780 untuk industri migas dan petrokimia; (2) mengidentifikasi aset kritis fasilitas; (3) mengembangkan skenario ancaman; (4) mengevaluasi efektivitas kontrol pengamanan eksisting; (5) menilai kerentanan fisik, prosedural, dan personel; dan (6) menentukan prioritas risiko. Capaian tersebut mendukung keamanan korporat, kesiapsiagaan terhadap ancaman, dan keberlangsungan operasi.

Tenaga Pengajar

Diampu oleh Subject Matter Expert (SME) yang kerap memimpin kajian kerentanan fasilitas kritis, dari mengidentifikasi aset penting hingga menyusun skenario ancaman yang realistis.
Instruktur Bersertifikasi

Berpengalaman dalam bidang Security dengan kompetensi diakui secara nasional maupun internasional.

Program Lain di Security

Tertarik mengikuti program ini?

Daftarkan diri Anda sekarang atau hubungi tim kami untuk konsultasi lebih lanjut.