+62 895 3186 1477 | World Capital Tower, Jakarta Selatan
Security

Basic Sea Survival For Offshore Training

70% Practical, 30% Theoretical Pelatihan Personel Lepas Pantai, Awak Kapal, Petugas HSE, dan Pekerja Anjungan.

Tentang Program

Pekerja yang dikirim ke anjungan lepas pantai menghadapi risiko khusus: dalam keadaan darurat, kemampuan bertahan hidup di laut selama menunggu penyelamatan sering menentukan keselamatan jiwa. Pelatihan ini membekali peserta dengan keterampilan dasar bertahan hidup di laut, merujuk pada standar Basic Offshore Safety Induction and Emergency Training (BOSIET) dari OPITO, ketentuan pelatihan keselamatan dasar dalam STCW Code Section A-VI/1, serta UU No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran. Peserta akan mempelajari prosedur meninggalkan anjungan atau kapal secara terorganisasi, penggunaan jaket penolong dan pakaian pelindung suhu (immersion suit), teknik bertahan di air dan naik ke rakit penolong, hingga tindakan pertama menghadapi hipotermia dan kelelahan. Dengan praktik di kolam simulasi, peserta diharapkan memiliki kesiapan dasar menghadapi keadaan darurat di laut sebelum ditempatkan pada fasilitas lepas pantai.

Lokasi Pelatihan

Lokasi
Jakarta or Other Locations as Requested by the Client

Syllabus / Materi

  1. Module 1: Pengenalan Risiko Kerja di Lingkungan Lepas Pantai. Karakteristik bahaya anjungan dan kapal lepas pantai serta mengapa kesiapan bertahan hidup menjadi syarat wajib sebelum penempatan.
  2. Module 2: Ketentuan STCW dan BOSIET sebagai Standar Pelatihan. Kedudukan STCW Code Section A-VI/1 dan skema BOSIET dari OPITO sebagai acuan pelatihan keselamatan dasar lepas pantai.
  3. Module 3: Prosedur Meninggalkan Anjungan dan Kapal secara Terorganisasi. Urutan tindakan, jalur evakuasi, dan titik kumpul saat alarm keadaan darurat dibunyikan.
  4. Module 4: Penggunaan Jaket Penolong dan Immersion Suit. Cara memakai, memeriksa, dan menyesuaikan alat pelindung suhu sebelum memasuki air.
  5. Module 5: Teknik Bertahan di Air Terbuka. Posisi tubuh yang menghemat energi, teknik berkelompok, dan cara mengurangi kehilangan panas tubuh.
  6. Module 6: Naik ke Rakit Penolong dan Peralatan Pendukungnya. Teknik naik ke life raft dari air dan penggunaan perlengkapan darurat di dalamnya.
  7. Module 7: Penanganan Hipotermia dan Kelelahan. Tanda-tanda awal hipotermia serta pertolongan pertama sebelum bantuan medis tiba.
  8. Module 8: Komunikasi dan Sinyal Darurat di Laut. Penggunaan alat komunikasi darurat dan sinyal visual untuk mempercepat proses pertolongan.
  9. Module 9: Praktik Simulasi di Kolam Latihan. Latihan langsung evakuasi, pemakaian immersion suit, dan naik ke rakit penolong di bawah pengawasan instruktur.

Kompetensi Teknis

Setelah menyelesaikan program Basic Sea Survival For Offshore Training, peserta mampu: (1) memahami ketentuan STCW dan BOSIET sebagai standar pelatihan; (2) menguasai prosedur meninggalkan anjungan dan kapal secara terorganisasi; (3) menggunakan jaket penolong dan immersion suit; (4) menerapkan teknik bertahan di air terbuka; (5) menguasai naik ke rakit penolong dan peralatan pendukungnya; dan (6) menangani hipotermia dan kelelahan. Capaian tersebut mendukung keamanan korporat, kesiapsiagaan terhadap ancaman, dan keberlangsungan operasi.

Tenaga Pengajar

Diampu oleh Subject Matter Expert (SME) keselamatan lepas pantai yang terbiasa menyiapkan pekerja menghadapi evakuasi anjungan, penggunaan jaket penolong, dan bertahan hidup di laut.
Instruktur Bersertifikasi

Berpengalaman dalam bidang Security dengan kompetensi diakui secara nasional maupun internasional.

Program Lain di Security

Tertarik mengikuti program ini?

Daftarkan diri Anda sekarang atau hubungi tim kami untuk konsultasi lebih lanjut.