+62 895 3186 1477 | World Capital Tower, Jakarta Selatan
Mining

Rekayasa Geoteknik Tambang Terbuka

70% Practical, 30% Theoretical Pelatihan Geotechnical Engineer Tambang Terbuka, Mining Engineer, Mine Planner, dan Surveyor Geoteknik.

Tentang Program

Melampaui analisis kestabilan lereng semata, rekayasa geoteknik tambang terbuka mencakup perancangan menyeluruh geometri pit, sistem drainase, dan struktur penunjang yang mendukung keselamatan operasional jangka panjang. Pelatihan ini membekali peserta dengan kompetensi tersebut, merujuk pada prinsip geoteknik pertambangan yang diakui luas serta ketentuan teknis Kementerian ESDM. Peserta akan mempelajari perancangan geometri pit yang optimal secara geoteknik dan ekonomis, desain sistem drainase yang mencegah ketidakstabilan akibat air, perancangan struktur penunjang seperti rock bolt dan shotcrete, hingga integrasi hasil rekayasa geoteknik dengan perencanaan tambang keseluruhan. Dengan studi kasus rekayasa geoteknik tambang terbuka nyata, peserta diharapkan mampu merancang aspek geoteknik operasi tambang terbuka secara komprehensif dan aman.

Lokasi Pelatihan

Lokasi
Jakarta or Other Locations as Requested by the Client

Syllabus / Materi

  1. Module 1: Prinsip Geoteknik Pertambangan yang Diakui Luas. Pengantar prinsip geoteknik pertambangan untuk rekayasa tambang terbuka.
  2. Module 2: Desain Sistem Drainase yang Mencegah Ketidakstabilan. Sistem drainase untuk mencegah ketidakstabilan akibat air.
  3. Module 3: Perancangan Struktur Penunjang: Rock Bolt dan Shotcrete. Teknik struktur penunjang untuk stabilitas lereng.
  4. Module 4: Integrasi Rekayasa Geoteknik dengan Perencanaan Tambang. Menghubungkan hasil rekayasa geoteknik dengan rencana tambang.
  5. Module 5: Klasifikasi Massa Batuan untuk Desain Lereng Terbuka. Teknik mengklasifikasikan massa batuan untuk kebutuhan desain lereng.
  6. Module 6: Analisis Kekar dan Bidang Lemah pada Lereng Terbuka. Teknik menganalisis struktur kekar yang memengaruhi kestabilan lereng.
  7. Module 7: Pemodelan Numerik Kestabilan Lereng Terbuka. Teknik memodelkan kestabilan lereng menggunakan metode numerik.
  8. Module 8: Penyusunan Rekomendasi Mitigasi Risiko Geoteknik. Teknik menyusun rekomendasi mitigasi risiko geoteknik lereng terbuka.
  9. Module 9: Studi Kasus Rekayasa Geoteknik Tambang Terbuka Nyata. Menganalisis kasus rekayasa geoteknik yang telah diterapkan.

Kompetensi Teknis

Program Rekayasa Geoteknik Tambang Terbuka dirancang agar peserta memiliki kapabilitas untuk: (1) memahami desain sistem drainase yang mencegah ketidakstabilan; (2) merancang struktur penunjang: rock bolt dan shotcrete; (3) mengintegrasikan rekayasa geoteknik dengan perencanaan tambang; (4) memahami klasifikasi massa batuan untuk desain lereng terbuka; (5) menganalisis kekar dan bidang lemah pada lereng terbuka; dan (6) memodelkan numerik kestabilan lereng terbuka. Dengan demikian, peserta dapat berkontribusi nyata terhadap keselamatan operasi tambang, kepatuhan regulasi, dan produktivitas perusahaan.

Tenaga Pengajar

Diampu oleh Subject Matter Expert (SME) geoteknik tambang terbuka yang mengajarkan desain drainase pencegah longsor dan perancangan struktur penunjang seperti rock bolt.
Instruktur Bersertifikasi

Berpengalaman dalam bidang Mining dengan kompetensi diakui secara nasional maupun internasional.

Program Lain di Mining

Tertarik mengikuti program ini?

Daftarkan diri Anda sekarang atau hubungi tim kami untuk konsultasi lebih lanjut.