+62 895 3186 1477 | World Capital Tower, Jakarta Selatan
Logistic

Lifting Planning & Export Operation Management

70% Practical, 30% Theoretical Pelatihan Export Operation Officer, Commercial Officer Migas, Lifting Coordinator, dan Shipping Officer.

Tentang Program

Pengapalan minyak mentah untuk keperluan ekspor melibatkan perencanaan lifting yang rumit, mengingat volume dan jadwal pengapalan harus disepakati bersama para mitra kontrak kerja sama migas. Pelatihan ini membahas perencanaan lifting dan pengelolaan operasi ekspor berdasarkan UU No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi serta ketentuan alokasi lifting yang ditetapkan SKK Migas bagi kontraktor kontrak kerja sama. Peserta akan mempelajari mekanisme penyusunan jadwal lifting bulanan dan tahunan, koordinasi dengan mitra JOA dalam menentukan alokasi lifting masing-masing pihak, dokumentasi ekspor yang dipersyaratkan bea cukai dan otoritas migas, hingga penanganan keterlambatan lifting akibat kendala operasional kapal tanker. Dengan studi kasus perencanaan lifting migas nyata, peserta diharapkan mampu mengelola operasi ekspor migas secara tertib dan sesuai regulasi yang berlaku.

Lokasi Pelatihan

Lokasi
Jakarta or Other Locations as Requested by the Client

Syllabus / Materi

  1. Module 1: Operasi Lifting Ekspor. Pengantar operasi lifting ekspor minyak mentah dan kesepakatan antarmitra yang melandasinya.
  2. Module 2: Perencanaan Jadwal Lifting Minyak Mentah. Proses menyusun jadwal pengapalan yang disepakati dengan mitra kontraktor.
  3. Module 3: Koordinasi dengan Mitra Kontraktor untuk Volume Ekspor. Mekanisme kesepakatan volume antarmitra dalam satu wilayah kerja.
  4. Module 4: Dokumentasi dan Kepatuhan Ekspor Minyak Mentah. Kelengkapan dokumen yang diperlukan untuk kelancaran ekspor.
  5. Module 5: Mitigasi Risiko Keterlambatan Lifting. Langkah mengurangi dampak keterlambatan terhadap jadwal ekspor.
  6. Module 6: Koordinasi dengan Terminal, Kapal, dan Surveyor. Teknik mengoordinasikan jadwal dan informasi antara terminal, kapal, dan surveyor saat lifting.
  7. Module 7: Dokumen Lifting dan Ekspor yang Wajib Dilengkapi. Pengenalan dokumen yang harus lengkap sebelum, selama, dan setelah lifting atau ekspor.
  8. Module 8: Penanganan Keterlambatan Kapal dan Demurrage. Teknik mengelola keterlambatan kapal dan memahami perhitungan serta pencegahan demurrage.
  9. Module 9: Rekonsiliasi Volume Lifting dan Pelaporan. Teknik mencocokkan volume menurut tangki darat, kapal, dan dokumen sebelum dilaporkan.

Kompetensi Teknis

Pada akhir program Lifting Planning & Export Operation Management, peserta mampu: (1) merencanakan jadwal lifting minyak mentah; (2) menguasai koordinasi dengan mitra kontraktor untuk volume ekspor; (3) menerapkan dokumentasi dan kepatuhan ekspor minyak mentah; (4) memahami mitigasi risiko keterlambatan lifting; (5) menguasai koordinasi dengan terminal, kapal, dan surveyor; dan (6) menerapkan dokumen lifting dan ekspor yang wajib dilengkapi. Dengan demikian, peserta dapat berkontribusi nyata terhadap efisiensi rantai pasok, ketepatan layanan, dan pengendalian biaya logistik.

Persyaratan

Staff yang menjalankan fungsi logistik atau rantai pasok di organisasinya.

Tenaga Pengajar

Diampu oleh Subject Matter Expert (SME) di bidang logistik dan rantai pasok yang menangani langsung dokumentasi dan kepatuhan ekspor minyak mentah dalam praktik kerja sehari-hari.
Instruktur Bersertifikasi

Berpengalaman dalam bidang Logistic dengan kompetensi diakui secara nasional maupun internasional.

Program Lain di Logistic

Tertarik mengikuti program ini?

Daftarkan diri Anda sekarang atau hubungi tim kami untuk konsultasi lebih lanjut.