+62 895 3186 1477 | World Capital Tower, Jakarta Selatan
Logistic

From Model to SOP in Tanker Program (TKP) and Batching Program (BTP)

70% Practical, 30% Theoretical Pelatihan Scheduler Migas, Distribution Planner, SOP Officer, dan Logistics Officer.

Tentang Program

Melanjutkan dari pengantar konsep dasar, tahap kedua rangkaian ini membahas penerjemahan model konseptual TKP dan BTP ke dalam prosedur operasional standar (SOP) yang dapat diterapkan langsung di lapangan. Materi tetap merujuk pada UU No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagai kerangka hukum kegiatan hilir migas. Peserta akan berlatih menyusun SOP penjadwalan TKP yang mengakomodasi kapasitas tangki dan jadwal kapal, penyusunan SOP BTP yang mengatur urutan batching produk secara sistematis, penerapan SOP tersebut dalam simulasi operasional, hingga evaluasi kesesuaian SOP dengan kondisi lapangan sebenarnya. Dengan latihan menyusun SOP dari model TKP dan BTP yang telah dipelajari, peserta diharapkan mampu menerjemahkan konsep menjadi prosedur operasional yang aplikatif sebelum mempelajari praktik tingkat lanjut.

Lokasi Pelatihan

Lokasi
Jakarta or Other Locations as Requested by the Client

Syllabus / Materi

  1. Module 1: Penerjemahan Model ke SOP. Pengantar penerjemahan model program tanker dan batching menjadi prosedur operasional baku.
  2. Module 2: Menerjemahkan Model Perencanaan Menjadi SOP Operasional. Teknik mengubah model TKP/BTP menjadi prosedur kerja yang jelas.
  3. Module 3: Penyusunan Dokumen SOP TKP dan BTP. Format dokumen SOP yang sesuai kebutuhan operasional lapangan.
  4. Module 4: Sosialisasi SOP kepada Tim Operasional. Metode memastikan SOP dipahami dan diterapkan oleh tim lapangan.
  5. Module 5: Praktik Penyusunan SOP dari Model TKP dan BTP. Latihan menyusun SOP berdasarkan model perencanaan yang ada.
  6. Module 6: Penyusunan Prosedur Kerja Penyusunan TKP dan BTP. Teknik menuliskan langkah penyusunan program sebagai prosedur.
  7. Module 7: Pembuatan Templat Data dan Formulir Pendukung. Teknik menyusun templat data dan formulir pendukung agar data prosedur konsisten.
  8. Module 8: Penetapan Peran dan Batas Waktu dalam Prosedur. Teknik menetapkan penanggung jawab dan tenggat tiap langkah.
  9. Module 9: Uji Coba Prosedur pada Periode Percontohan. Teknik menguji prosedur pada periode percontohan dan menyempurnakannya sebelum diberlakukan.

Kompetensi Teknis

Setelah menyelesaikan program BTP, peserta mampu: (1) menerjemahkan model perencanaan menjadi SOP operasional; (2) menyusun dokumen SOP TKP dan BTP; (3) menerapkan sosialisasi SOP kepada tim operasional; (4) memahami praktik penyusunan SOP dari model TKP dan BTP; (5) menyusun prosedur kerja penyusunan TKP dan BTP; dan (6) menerapkan pembuatan templat data dan formulir pendukung. Capaian tersebut mendukung efisiensi rantai pasok, ketepatan layanan, dan pengendalian biaya logistik.

Persyaratan

Staff yang menjalankan fungsi logistik atau rantai pasok di organisasinya.

Tenaga Pengajar

Diampu oleh Subject Matter Expert (SME) di bidang logistik dan rantai pasok yang memadukan pengalaman lapangan dalam praktik penyusunan SOP dari model TKP dan BTP dengan pembinaan peserta program BTP.
Instruktur Bersertifikasi

Berpengalaman dalam bidang Logistic dengan kompetensi diakui secara nasional maupun internasional.

Program Lain di Logistic

Tertarik mengikuti program ini?

Daftarkan diri Anda sekarang atau hubungi tim kami untuk konsultasi lebih lanjut.