+62 895 3186 1477 | World Capital Tower, Jakarta Selatan
Procurement

Fraud In Procurement

70% Practical, 30% Theoretical Pelatihan Auditor Internal, Procurement Compliance Officer, Fraud Examiner, dan Procurement Manager.

Tentang Program

Kecurangan dalam proses procurement yang tidak terdeteksi dapat menimbulkan kerugian finansial yang signifikan dan merusak reputasi organisasi. Memahami pola dan pencegahan fraud dalam procurement menjadi kompetensi penting bagi praktisi pengadaan dan auditor internal. Pelatihan ini merujuk pada praktik Association of Certified Fraud Examiners (ACFE) sebagai standar deteksi dan pencegahan fraud dalam pengadaan. Peserta akan mempelajari jenis-jenis fraud yang umum terjadi dalam procurement, red flags yang mengindikasikan potensi kecurangan, teknik investigasi dugaan fraud procurement, hingga strategi pencegahan fraud melalui pengendalian internal. Dengan studi kasus fraud procurement nyata, peserta diharapkan mampu mendeteksi dan mencegah fraud dalam proses procurement organisasi. Kompetensi ini menjadi bekal penting bagi auditor dan praktisi pengadaan yang bertanggung jawab menjaga integritas proses.

Lokasi Pelatihan

Lokasi
Jakarta or Other Locations as Requested by the Client

Syllabus / Materi

  1. Module 1: Deteksi Fraud Procurement. Pengantar deteksi fraud dalam proses procurement dan tanda-tanda yang perlu diwaspadai.
  2. Module 2: Jenis-jenis Fraud yang Umum Terjadi dalam Procurement. Pengenalan pola kecurangan yang sering ditemukan dalam pengadaan.
  3. Module 3: Red Flags yang Mengindikasikan Potensi Kecurangan. Tanda-tanda yang perlu diwaspadai sebagai indikasi fraud.
  4. Module 4: Teknik Investigasi Dugaan Fraud Procurement. Metode menginvestigasi kasus yang diduga mengandung kecurangan.
  5. Module 5: Peran Audit Internal dalam Deteksi Fraud Procurement. Pemahaman peran audit internal dalam mendeteksi fraud procurement.
  6. Module 6: Studi Kasus Fraud Procurement Nyata. Menganalisis studi kasus fraud procurement yang pernah terjadi.
  7. Module 7: Pelaporan Dugaan Fraud kepada Pihak Berwenang. Prosedur melaporkan dugaan fraud kepada pihak internal atau berwenang.
  8. Module 8: Membangun Budaya Anti-Fraud dalam Procurement. Teknik membangun budaya organisasi yang anti terhadap fraud.
  9. Module 9: Strategi Pencegahan Fraud Melalui Pengendalian Internal. Langkah mencegah fraud melalui penguatan kontrol internal.

Kompetensi Teknis

Pada akhir program Fraud In Procurement, peserta mampu: (1) memahami jenis-jenis fraud yang umum terjadi dalam procurement; (2) menguasai red flags yang mengindikasikan potensi kecurangan; (3) menerapkan teknik investigasi dugaan fraud procurement; (4) menjalankan peran audit internal dalam deteksi fraud procurement; (5) menyusun pelaporan dugaan fraud kepada pihak berwenang; dan (6) membangun budaya Anti-Fraud dalam procurement. Kompetensi ini berkontribusi pada efisiensi pengadaan, akuntabilitas proses, dan pengelolaan pemasok yang berkelanjutan.

Tenaga Pengajar

Diampu oleh Subject Matter Expert (SME) pendeteksi fraud pengadaan yang menjelaskan jenis fraud yang lazim dan red flags yang perlu diwaspadai.
Instruktur Bersertifikasi

Berpengalaman dalam bidang Procurement dengan kompetensi diakui secara nasional maupun internasional.

Program Lain di Procurement

Tertarik mengikuti program ini?

Daftarkan diri Anda sekarang atau hubungi tim kami untuk konsultasi lebih lanjut.