+62 895 3186 1477 | World Capital Tower, Jakarta Selatan
Maritime

Improving Port Operation through Analysis

70% Practical, 30% Theoretical Pelatihan Port Operation Analyst, Port Planner, Terminal Analyst, dan Performance Analyst.

Tentang Program

Sebagai modul ketiga dari rangkaian pengembangan, program ini mengulas cara meningkatkan kualitas operasi pelabuhan melalui analisis data operasional yang telah berjalan, setelah peserta menguasai penerapan dasar pada modul sebelumnya. Materi membahas evaluasi kinerja pelabuhan berbasis data historis operasional. Peserta akan mempelajari teknik menganalisis data waktu sandar dan produktivitas bongkar muat, identifikasi pola kemacetan (kongesti) pelabuhan yang berulang, penyusunan rekomendasi perbaikan proses berdasarkan data yang valid, hingga pengukuran dampak perbaikan yang telah diterapkan secara konsisten. Dengan studi kasus analisis data operasional pelabuhan berskala besar, peserta diharapkan mampu meningkatkan kualitas operasi pelabuhan berbasis data yang akurat sebelum mempelajari penskalaan praktik ke seluruh organisasi. Rujukan: praktik IAPH.

Lokasi Pelatihan

Lokasi
Jakarta or Other Locations as Requested by the Client

Syllabus / Materi

  1. Module 1: Analisis Data Port Operation. Pengantar analisis data operasi pelabuhan untuk menemukan peluang perbaikan.
  2. Module 2: Pengumpulan Data Kinerja Operasional Pelabuhan. Teknik mengumpulkan data yang relevan untuk analisis kinerja.
  3. Module 3: Analisis Waktu Tunggu dan Produktivitas Bongkar Muat. Metode menganalisis efisiensi waktu dalam operasional pelabuhan.
  4. Module 4: Identifikasi Peluang Perbaikan Proses Berdasarkan Data. Cara menemukan area perbaikan dari hasil analisis data operasional.
  5. Module 5: Studi Kasus Perbaikan Port Operation Berbasis Analisis. Menganalisis kasus peningkatan kualitas menggunakan data operasional pelabuhan.
  6. Module 6: Analisis Waktu Tunggu, Waktu Sandar, dan Produktivitas Dermaga. Teknik menganalisis waktu tunggu, waktu sandar, dan produktivitas dermaga dari data operasi.
  7. Module 7: Identifikasi Hambatan Operasional dan Penyebab Akarnya. Teknik menemukan hambatan operasional dari data dan menelusuri penyebab akarnya.
  8. Module 8: Penyusunan Usulan Perbaikan Alur dan Penjadwalan. Teknik menyusun usulan perbaikan alur kerja dan penjadwalan berdasarkan hasil analisis.
  9. Module 9: Pemantauan Dampak Perbaikan terhadap Kinerja Pelabuhan. Teknik menilai dampak perbaikan yang diterapkan terhadap kinerja pelabuhan.

Kompetensi Teknis

Melalui program Improving Port Operation through Analysis, peserta memperoleh kompetensi untuk: (1) mengumpulkan data kinerja operasional pelabuhan; (2) menganalisis waktu tunggu dan produktivitas bongkar muat; (3) mengidentifikasi peluang perbaikan proses berdasarkan data; (4) menganalisis waktu tunggu, waktu sandar, dan produktivitas dermaga; (5) mengidentifikasi hambatan operasional dan penyebab akarnya; dan (6) menyusun usulan perbaikan alur dan penjadwalan. Kompetensi ini berkontribusi pada keselamatan pelayaran, kepatuhan terhadap ketentuan maritim, dan keandalan operasi.

Tenaga Pengajar

Diampu oleh Subject Matter Expert (SME) di bidang operasi maritim dan pelayaran yang berpengalaman memandu analisis waktu tunggu dan produktivitas bongkar muat melalui kasus nyata.
Instruktur Bersertifikasi

Berpengalaman dalam bidang Maritime dengan kompetensi diakui secara nasional maupun internasional.

Program Lain di Maritime

Tertarik mengikuti program ini?

Daftarkan diri Anda sekarang atau hubungi tim kami untuk konsultasi lebih lanjut.