+62 895 3186 1477 | World Capital Tower, Jakarta Selatan
Risk Management

Integrated Operational Risk Management Framework

70% Practical, 30% Theoretical Pelatihan Operational Risk Manager, Operations Manager, Process Owner, dan Internal Control Officer.

Tentang Program

Risiko operasional yang dikelola secara terpisah antarfungsi berisiko menghasilkan pendekatan yang tidak konsisten dan sulit dipantau secara menyeluruh. Kerangka manajemen risiko operasional yang terintegrasi menjadi pendekatan yang lebih efektif bagi organisasi. Pelatihan ini merujuk pada kerangka COSO ERM yang diintegrasikan khusus untuk risiko operasional. Peserta akan mempelajari perancangan kerangka risiko operasional yang terintegrasi, standarisasi metodologi identifikasi risiko operasional, integrasi pelaporan risiko operasional lintas fungsi, hingga peningkatan berkelanjutan kerangka operasional. Dengan studi kasus penerapan kerangka terintegrasi yang berhasil, peserta diharapkan mampu merancang integrated operational risk management framework yang konsisten di seluruh organisasi. Konsistensi kerangka ini membantu organisasi menghindari pendekatan yang tumpang tindih antarfungsi.

Lokasi Pelatihan

Lokasi
Jakarta or Other Locations as Requested by the Client

Syllabus / Materi

  1. Module 1: Integrated Operational Risk Management. Pengantar kerangka manajemen risiko operasional yang terintegrasi lintas unit.
  2. Module 2: Perancangan Kerangka Risiko Operasional yang Terintegrasi. Teknik merancang kerangka yang konsisten di seluruh fungsi.
  3. Module 3: Standarisasi Metodologi Identifikasi Risiko Operasional. Menyeragamkan cara mengidentifikasi risiko di berbagai unit.
  4. Module 4: Integrasi Pelaporan Risiko Operasional Lintas Fungsi. Menyatukan pelaporan risiko dari berbagai fungsi organisasi.
  5. Module 5: Integrasi Kerangka Risiko Operasional Lintas Unit. Teknik mengintegrasikan kerangka risiko operasional dari berbagai unit.
  6. Module 6: Standarisasi Metodologi Penilaian Risiko Operasional. Teknik menstandarkan metodologi penilaian risiko di seluruh organisasi.
  7. Module 7: Pengukuran Kinerja Kerangka Risiko Operasional Terintegrasi. Teknik mengukur kinerja kerangka risiko operasional yang terintegrasi.
  8. Module 8: Pembaruan Kerangka Berdasarkan Perubahan Bisnis. Teknik memperbarui kerangka risiko operasional sesuai perubahan bisnis.
  9. Module 9: Peningkatan Berkelanjutan Kerangka Operasional. Teknik menyempurnakan kerangka risiko operasional secara terus-menerus.

Kompetensi Teknis

Melalui program Integrated Operational Risk Management Framework, peserta memperoleh kompetensi untuk: (1) merancang kerangka risiko operasional yang terintegrasi; (2) menguasai standarisasi metodologi identifikasi risiko operasional; (3) mengintegrasikan pelaporan risiko operasional lintas fungsi; (4) mengintegrasikan kerangka risiko operasional lintas unit; (5) menguasai standarisasi metodologi penilaian risiko operasional; dan (6) mengukur kinerja kerangka risiko operasional terintegrasi. Dengan demikian, peserta dapat berkontribusi nyata terhadap ketahanan organisasi, pengambilan keputusan berbasis risiko, dan tata kelola yang kuat.

Tenaga Pengajar

Diampu oleh Subject Matter Expert (SME) perancang kerangka risiko operasional terintegrasi yang menstandarkan metodologi identifikasi risiko.
Instruktur Bersertifikasi

Berpengalaman dalam bidang Risk Management dengan kompetensi diakui secara nasional maupun internasional.

Program Lain di Risk Management

Tertarik mengikuti program ini?

Daftarkan diri Anda sekarang atau hubungi tim kami untuk konsultasi lebih lanjut.