+62 895 3186 1477 | World Capital Tower, Jakarta Selatan
Petroleum

Petroleum Geochemistry

70% Practical, 30% Theoretical Pelatihan Geologist, Exploration Geochemist, Petroleum Geologist, dan Exploration Geoscientist.

Tentang Program

Geokimia perminyakan menjelaskan dari mana hidrokarbon berasal, bagaimana ia matang, dan ke mana ia bermigrasi, sehingga menjadi alat penting dalam mengurangi risiko eksplorasi dan memahami sistem petroleum suatu cekungan. Pelatihan ini membekali peserta dengan pemahaman geokimia perminyakan, merujuk pada praktik standar geokimia organik yang diakui dalam eksplorasi migas. Peserta akan mempelajari karakteristik batuan induk (source rock) dan kandungan material organiknya, proses pematangan termal dan generasi hidrokarbon, penggunaan biomarker untuk korelasi minyak dengan batuan induk, hingga interpretasi data pirolisis Rock-Eval dan reflektansi vitrinit. Dengan studi kasus evaluasi sistem petroleum pada cekungan nyata, peserta diharapkan mampu memanfaatkan data geokimia perminyakan untuk mengevaluasi potensi hidrokarbon secara sistematis. Materi mengacu pada Petroleum Formation and Occurrence (Tissot dan Welte) dan praktik AAPG dalam geokimia perminyakan.

Lokasi Pelatihan

Lokasi
Jakarta or Other Locations as Requested by the Client

Syllabus / Materi

  1. Module 1: Pengantar Petroleum Geochemistry. Pengantar geokimia perminyakan dan perannya dalam eksplorasi.
  2. Module 2: Proses Pembentukan dan Kematangan Hidrokarbon. Mekanisme batuan induk menghasilkan hidrokarbon melalui proses kematangan.
  3. Module 3: Migrasi Hidrokarbon dari Batuan Induk ke Reservoir. Jalur dan mekanisme perpindahan hidrokarbon menuju reservoir.
  4. Module 4: Analisis Geokimia untuk Mengurangi Risiko Eksplorasi. Penggunaan data geokimia dalam menilai potensi keberhasilan eksplorasi.
  5. Module 5: Prinsip Dasar Pembentukan Hidrokarbon. Pemahaman prinsip dasar proses geokimia pembentukan hidrokarbon.
  6. Module 6: Analisis Batuan Induk Penghasil Hidrokarbon. Teknik menganalisis batuan induk sebagai sumber hidrokarbon.
  7. Module 7: Teknik Geokimia untuk Korelasi Minyak-Sumber. Teknik geokimia untuk mengorelasikan minyak dengan batuan sumbernya.
  8. Module 8: Aplikasi Geokimia dalam Eksplorasi Migas. Pemanfaatan analisis geokimia untuk mendukung eksplorasi migas.
  9. Module 9: Korelasi Geokimia Antar Sumur dan Cekungan. Teknik menghubungkan karakteristik hidrokarbon antarlokasi.

Kompetensi Teknis

Pada akhir program Petroleum Geochemistry, peserta mampu: (1) memahami proses pembentukan dan kematangan hidrokarbon; (2) menguasai migrasi hidrokarbon dari batuan induk ke reservoir; (3) menganalisis geokimia untuk mengurangi risiko eksplorasi; (4) menerapkan prinsip dasar pembentukan hidrokarbon; (5) menganalisis batuan induk penghasil hidrokarbon; dan (6) menerapkan teknik geokimia untuk korelasi Minyak-Sumber. Kompetensi ini berkontribusi pada optimasi produksi, keandalan reservoir dan sumur, serta keputusan teknis berbasis data.

Tenaga Pengajar

Diampu oleh Subject Matter Expert (SME) geokimia perminyakan yang menelusuri pembentukan dan kematangan hidrokarbon serta migrasi dari batuan induk.
Instruktur Bersertifikasi

Berpengalaman dalam bidang Petroleum dengan kompetensi diakui secara nasional maupun internasional.

Program Lain di Petroleum

Tertarik mengikuti program ini?

Daftarkan diri Anda sekarang atau hubungi tim kami untuk konsultasi lebih lanjut.