+62 895 3186 1477 | World Capital Tower, Jakarta Selatan
Petroleum

Petroleum Economics

70% Practical, 30% Theoretical Pelatihan Analis Ekonomi Migas, Project Manager Migas, Planning Manager, dan Commercial Analyst.

Tentang Program

Melampaui konsep dasar nilai waktu uang, analisis ekonomi perminyakan yang sesungguhnya harus memperhitungkan skema fiskal kontrak yang menentukan pembagian hasil antara pemerintah dan kontraktor, serta sensitivitas proyek terhadap harga dan biaya. Pelatihan ini membekali peserta dengan kompetensi analisis ekonomi perminyakan yang lebih mendalam, merujuk pada UU No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dan peraturan mengenai kontrak bagi hasil, termasuk skema Gross Split. Peserta akan mempelajari pemodelan arus kas proyek migas berdasarkan skema Cost Recovery maupun Gross Split, perhitungan bagian pemerintah dan kontraktor, analisis sensitivitas terhadap harga minyak, biaya, dan produksi, hingga evaluasi risiko proyek menggunakan simulasi. Dengan studi kasus keekonomian proyek migas nyata, peserta diharapkan mampu menganalisis ekonomi perminyakan secara komprehensif termasuk pengaruh skema fiskal terhadap kelayakan proyek. Rujukan: skema PSC.

Lokasi Pelatihan

Lokasi
Jakarta or Other Locations as Requested by the Client

Syllabus / Materi

  1. Module 1: Skema Fiskal Production Sharing Contract (PSC). Pengantar skema fiskal production sharing contract sebagai dasar analisis ekonomi migas Indonesia.
  2. Module 2: Perhitungan Cost Recovery dalam Skema PSC. Metode menghitung biaya yang dapat dipulihkan sebelum bagi hasil.
  3. Module 3: Pembagian Hasil antara Pemerintah dan Kontraktor. Mekanisme split antara negara dan kontraktor sesuai skema fiskal.
  4. Module 4: Perbandingan Skema Gross Split dengan PSC Konvensional. Perbedaan mendasar kedua skema fiskal yang berlaku di Indonesia.
  5. Module 5: Konsep Dasar Ekonomi Minyak dan Gas. Pemahaman konsep dasar yang membentuk ekonomi migas.
  6. Module 6: Perhitungan Biaya dan Pendapatan Proyek Migas. Teknik menghitung biaya dan pendapatan dalam proyek migas.
  7. Module 7: Analisis Kelayakan Ekonomi Proyek Migas. Teknik menganalisis kelayakan ekonomi suatu proyek migas.
  8. Module 8: Pengaruh Harga Komoditas Terhadap Ekonomi Proyek. Pemahaman pengaruh fluktuasi harga komoditas terhadap ekonomi proyek.
  9. Module 9: Analisis Keekonomian Proyek di Bawah Berbagai Skema Fiskal. Menilai kelayakan proyek dengan mempertimbangkan skema fiskal yang berlaku.

Kompetensi Teknis

Program Petroleum Economics dirancang agar peserta memiliki kapabilitas untuk: (1) menghitung cost recovery dalam skema PSC; (2) menguasai pembagian hasil antara pemerintah dan kontraktor; (3) menerapkan perbandingan skema gross split dengan PSC konvensional; (4) memahami konsep dasar ekonomi minyak dan gas; (5) menghitung biaya dan pendapatan proyek migas; dan (6) menganalisis kelayakan ekonomi proyek migas. Kompetensi ini berkontribusi pada optimasi produksi, keandalan reservoir dan sumur, serta keputusan teknis berbasis data.

Tenaga Pengajar

Diampu oleh Subject Matter Expert (SME) ekonomi migas yang menghitung cost recovery dan pembagian hasil antara pemerintah dan kontraktor dalam skema PSC.
Instruktur Bersertifikasi

Berpengalaman dalam bidang Petroleum dengan kompetensi diakui secara nasional maupun internasional.

Program Lain di Petroleum

Tertarik mengikuti program ini?

Daftarkan diri Anda sekarang atau hubungi tim kami untuk konsultasi lebih lanjut.