+62 895 3186 1477 | World Capital Tower, Jakarta Selatan
Petroleum

Maintenance Management for Upstream

70% Practical, 30% Theoretical Pelatihan Maintenance Engineer, Reliability Engineer, Maintenance Planner, dan Maintenance Supervisor.

Tentang Program

Peralatan hulu migas yang tidak dipelihara secara efektif berisiko mengalami kegagalan yang mengganggu produksi dan membahayakan keselamatan operasional. Pelatihan ini membekali peserta dengan kompetensi mengelola fungsi pemeliharaan hulu migas, merujuk pada praktik reliability-centered maintenance yang diakui luas dalam industri migas. Peserta akan mempelajari perencanaan strategi pemeliharaan berbasis risiko peralatan, penyusunan jadwal pemeliharaan preventif dan prediktif, pengelolaan sumber daya pemeliharaan secara efisien dan tepat, hingga pengukuran kinerja fungsi pemeliharaan menggunakan indikator yang relevan dan terukur. Dengan studi kasus manajemen pemeliharaan hulu migas yang berhasil meningkatkan keandalan, peserta diharapkan mampu mengelola fungsi pemeliharaan pada operasi hulu migas secara efektif, sistematis, dan berkelanjutan. Materi mengacu pada standar SAE JA1011 tentang kriteria evaluasi proses Reliability-Centered Maintenance serta ISO 55000 tentang manajemen aset.

Lokasi Pelatihan

Lokasi
Jakarta or Other Locations as Requested by the Client

Syllabus / Materi

  1. Module 1: Praktik Reliability-Centered Maintenance dalam Industri Migas. Pengantar praktik Reliability-Centered Maintenance dalam pemeliharaan operasi hulu migas.
  2. Module 2: Perencanaan Strategi Pemeliharaan Berbasis Risiko Peralatan. Metode menyusun strategi pemeliharaan sesuai tingkat risiko peralatan.
  3. Module 3: Penyusunan Jadwal Pemeliharaan Preventif dan Prediktif. Teknik menyusun jadwal pemeliharaan yang mencegah kegagalan.
  4. Module 4: Pengelolaan Sumber Daya Pemeliharaan Secara Efisien. Manajemen tenaga kerja dan suku cadang untuk pemeliharaan.
  5. Module 5: Pengukuran Kinerja Fungsi Pemeliharaan Menggunakan Indikator Relevan. Metrik untuk menilai efektivitas fungsi pemeliharaan.
  6. Module 6: Penerapan Root Cause Analysis pada Kegagalan Peralatan. Teknik menganalisis akar penyebab kegagalan peralatan hulu migas.
  7. Module 7: Manajemen Suku Cadang Kritis Fasilitas Produksi. Teknik mengelola ketersediaan suku cadang kritis fasilitas produksi.
  8. Module 8: Integrasi Sistem CMMS untuk Pemeliharaan. Pemanfaatan Computerized Maintenance Management System dalam pemeliharaan.
  9. Module 9: Studi Kasus Manajemen Pemeliharaan Hulu Migas. Menganalisis praktik pemeliharaan yang berhasil meningkatkan keandalan.

Kompetensi Teknis

Program Maintenance Management for Upstream dirancang agar peserta memiliki kapabilitas untuk: (1) merencanakan strategi pemeliharaan berbasis risiko peralatan; (2) menyusun jadwal pemeliharaan preventif dan prediktif; (3) mengelola sumber daya pemeliharaan secara efisien; (4) mengukur kinerja fungsi pemeliharaan menggunakan indikator relevan; (5) menerapkan root cause analysis pada kegagalan peralatan; dan (6) mengelola suku cadang kritis fasilitas produksi. Kompetensi ini berkontribusi pada optimasi produksi, keandalan reservoir dan sumur, serta keputusan teknis berbasis data.

Tenaga Pengajar

Diampu oleh Subject Matter Expert (SME) pemeliharaan fasilitas hulu yang menyusun strategi berbasis risiko dan jadwal preventif agar peralatan produksi tetap andal.
Instruktur Bersertifikasi

Berpengalaman dalam bidang Petroleum dengan kompetensi diakui secara nasional maupun internasional.

Program Lain di Petroleum

Tertarik mengikuti program ini?

Daftarkan diri Anda sekarang atau hubungi tim kami untuk konsultasi lebih lanjut.