+62 895 3186 1477 | World Capital Tower, Jakarta Selatan
Oil & Gas

Lean Manufacturing

70% Practical, 30% Theoretical Pelatihan Production Engineer, Manufacturing Engineer, Process Improvement Engineer, dan Operations Supervisor.

Tentang Program

Proses manufaktur yang mengandung banyak pemborosan dapat menggerus efisiensi dan profitabilitas perusahaan meski volume produksi tetap tinggi. Pelatihan ini membekali peserta dengan kompetensi menerapkan prinsip Lean Manufacturing, mengadaptasi metodologi Lean yang dikembangkan Toyota Production System dan diakui luas dalam industri manufaktur global. Peserta akan mempelajari identifikasi tujuh jenis pemborosan (waste) dalam proses manufaktur, teknik value stream mapping untuk memetakan aliran proses, penerapan prinsip just-in-time dan continuous flow, hingga budaya continuous improvement (kaizen) dalam organisasi manufaktur. Dengan studi kasus penerapan Lean Manufacturing yang berhasil meningkatkan efisiensi signifikan, peserta diharapkan mampu menerapkan prinsip lean dalam proses manufaktur secara efektif, konsisten, dan berkelanjutan.

Lokasi Pelatihan

Lokasi
Jakarta or Other Locations as Requested by the Client

Syllabus / Materi

  1. Module 1: Pengantar Lean Manufacturing. Pengantar Lean Manufacturing dan upaya mengurangi pemborosan dalam proses.
  2. Module 2: Identifikasi Delapan Jenis Pemborosan dalam Manufaktur. Teknik mengenali jenis pemborosan yang menggerus efisiensi.
  3. Module 3: Penerapan 5S dalam Lingkungan Kerja Manufaktur. Metode menata tempat kerja untuk mendukung efisiensi produksi.
  4. Module 4: Metodologi Kaizen untuk Perbaikan Berkelanjutan. Pendekatan perbaikan bertahap yang melibatkan seluruh karyawan.
  5. Module 5: Studi Kasus Penerapan Lean Manufacturing yang Berhasil. Menganalisis kasus perusahaan yang berhasil menerapkan Lean Manufacturing.
  6. Module 6: Pemetaan Aliran Nilai dan Identifikasi Aktivitas Tanpa Nilai Tambah. Teknik memetakan aliran nilai untuk menemukan aktivitas yang tidak menambah nilai.
  7. Module 7: Penerapan 5S, Standardisasi Kerja, dan Manajemen Visual. Teknik menata area kerja dan menstandarkan pekerjaan dengan bantuan manajemen visual.
  8. Module 8: Aliran Tarik, Keseimbangan Lini, dan Pengurangan Waktu Tunggu. Teknik menyeimbangkan lini kerja dan mengurangi waktu tunggu antarproses.
  9. Module 9: Perbaikan Berkelanjutan dengan Kaizen dan Pengukuran Hasil. Teknik menjalankan kaizen dan mengukur hasil perbaikan secara berkala.

Kompetensi Teknis

Setelah menyelesaikan program Lean Manufacturing, peserta mampu: (1) mengidentifikasi delapan jenis pemborosan dalam manufaktur; (2) menerapkan 5S dalam lingkungan kerja manufaktur; (3) menerapkan metodologi kaizen untuk perbaikan berkelanjutan; (4) memetakan aliran nilai dan identifikasi aktivitas tanpa nilai tambah; (5) menerapkan 5S, standardisasi kerja, dan manajemen visual; dan (6) menerapkan aliran tarik, keseimbangan lini, dan pengurangan waktu tunggu. Kompetensi ini berkontribusi pada keselamatan operasi, keandalan aset, dan efisiensi bisnis minyak dan gas bumi.

Tenaga Pengajar

Diampu oleh Subject Matter Expert (SME) di bidang industri minyak dan gas bumi yang mendampingi peserta program Lean Manufacturing menguasai penerapan 5S, standardisasi kerja, dan manajemen visual.
Instruktur Bersertifikasi

Berpengalaman dalam bidang Oil & Gas dengan kompetensi diakui secara nasional maupun internasional.

Program Lain di Oil & Gas

Tertarik mengikuti program ini?

Daftarkan diri Anda sekarang atau hubungi tim kami untuk konsultasi lebih lanjut.