+62 895 3186 1477 | World Capital Tower, Jakarta Selatan
Oil & Gas

Field Development

70% Practical, 30% Theoretical Pelatihan Development Engineer, Reservoir Engineer, Petroleum Engineer, dan Field Development Planner.

Tentang Program

Berbeda dari aspek komersialisasi, pengembangan lapangan migas secara teknis berfokus pada perencanaan optimal infrastruktur dan strategi produksi untuk memaksimalkan perolehan hidrokarbon dari reservoir yang ditemukan. Pelatihan ini membekali peserta dengan kompetensi tersebut, merujuk pada UU No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi serta proses persetujuan Plan of Development. Peserta akan mempelajari penyusunan skenario pengembangan lapangan berdasarkan karakteristik reservoir, perencanaan infrastruktur produksi yang optimal secara teknis dan ekonomis, penjadwalan pengeboran sumur pengembangan, hingga integrasi rencana pengembangan dengan fasilitas produksi eksisting. Dengan studi kasus pengembangan lapangan migas nyata, peserta diharapkan mampu merencanakan pengembangan lapangan migas secara komprehensif dari perspektif teknis. Rujukan: Society of Petroleum Engineers (SPE).

Lokasi Pelatihan

Lokasi
Jakarta or Other Locations as Requested by the Client

Syllabus / Materi

  1. Module 1: Field Development Teknis. Pengantar perencanaan teknis pengembangan lapangan migas.
  2. Module 2: Perencanaan Infrastruktur Optimal Lapangan Migas. Teknik merancang infrastruktur yang sesuai kebutuhan produksi.
  3. Module 3: Strategi Penempatan Sumur untuk Pengembangan Optimal. Metode menentukan lokasi sumur yang memaksimalkan perolehan.
  4. Module 4: Penjadwalan Fase Pengembangan Lapangan. Perencanaan tahapan pengembangan dari awal hingga puncak produksi.
  5. Module 5: Studi Kasus Perencanaan Teknis Field Development. Menganalisis kasus perencanaan pengembangan lapangan migas yang optimal.
  6. Module 6: Pemilihan Skema Pengembangan: Sumur, Platform, dan Fasilitas. Teknik memilih skema pengembangan lapangan berdasarkan kondisi bawah permukaan.
  7. Module 7: Estimasi Biaya, Jadwal, dan Profil Produksi Pengembangan. Teknik memperkirakan biaya, jadwal, dan profil produksi pengembangan lapangan.
  8. Module 8: Penilaian Risiko dan Ketidakpastian dalam Rencana Pengembangan. Teknik menilai risiko dan ketidakpastian rencana pengembangan.
  9. Module 9: Penyusunan Rencana Pengembangan dan Pengambilan Keputusan Investasi. Teknik menyusun rencana pengembangan dan dasar keputusan investasi.

Kompetensi Teknis

Setelah menyelesaikan program Field Development, peserta mampu: (1) merencanakan infrastruktur optimal lapangan migas; (2) merumuskan strategi penempatan sumur untuk pengembangan optimal; (3) menyusun penjadwalan fase pengembangan lapangan; (4) memilih skema pengembangan: sumur, platform, dan fasilitas; (5) menguasai estimasi biaya, jadwal, dan profil produksi pengembangan; dan (6) menilai risiko dan ketidakpastian dalam rencana pengembangan. Kompetensi ini berkontribusi pada keselamatan operasi, keandalan aset, dan efisiensi bisnis minyak dan gas bumi.

Tenaga Pengajar

Diampu oleh Subject Matter Expert (SME) di bidang industri minyak dan gas bumi yang menangani langsung estimasi biaya, jadwal, dan profil produksi pengembangan dalam praktik kerja sehari-hari.
Instruktur Bersertifikasi

Berpengalaman dalam bidang Oil & Gas dengan kompetensi diakui secara nasional maupun internasional.

Program Lain di Oil & Gas

Tertarik mengikuti program ini?

Daftarkan diri Anda sekarang atau hubungi tim kami untuk konsultasi lebih lanjut.